Perbedaan Asuransi Syariah dengan Asuransi Konvesional

By | 06/01/2017

Perbedaan Asuransi Syariah dengan Asuransi Konvensional РDengan makin bertumbuhnya masyarakat Indonesia khususnya Muslim yang sadar akan pentingnya Ekonomi Syariah, maka selain bank yang membuka bisnis di kategori syariah, Asuransi pun tidak ketinggalan dengan membuka Bisnis baru Asuransi Syariah. Bagi yang belum faham dengan Asuransi Syariah bisa baca Pengertian Asuransi Syariah

Asuransi Syariah

Asuransi Syariah

Asuransi Konvensional yang terlebih dahulu ada di Indonesia sekarang juga banyak yang membuka cabang dengan tambahan label Syariah, tentu dengan management yang berbeda.

Anggota Asuransi Syariah

Anggota Asuransi Syariah

Organisasi Asuransi Syariah juga sudah dibentuk di Indonesia dengan nama AASI kepanjangan dari Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia. Untuk mereka yang sudah bergabung bisa dilihat gambar di atas.

Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia

Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia

Banyak yang belum tentu apa seh perbedaan Asuransi syariah dengan Asuransi biasa (biasa yang dimaksud adalah asuransi konvesional). Ada tujuh perbedaan mendasar antara asuransi syariah dengan asuransi konvensional.

Perbedaan tersebut adalah:

  1. Asuransi syari’ah memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang bertugas mengawasi produk yang dipasarkan dan pengelolaan investasi dananya. Dewan Pengawas Syariah ini tidak ditemukan dalam asuransi konvensional.
  2. Akad yang dilaksanakan pada asuransi syari’ah berdasarkan tolong menolong. Sedangkan asuransi konvensional berdasarkan jual beli.
  3. Investasi dana pada asuransi syari’ah berdasarkan bagi hasil (mudharabah). Sedangkan pada asuransi konvensional memakai bunga (riba) sebagai landasan perhitungan investasinya.
  4. Kepemilikan dana pada asuransi syari’ah merupakan hak peserta. Perusahaan hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelolanya. Pada asuransi konvensional, dana yang terkumpul dari nasabah (premi) menjadi milik perusahaan. Sehingga, perusahaan bebas menentukan alokasi investasinya.
  5. Dalam mekanismenya, asuransi syari’ah tidak mengenal dana hangus seperti yang terdapat pada asuransi konvensional. Jika pada masa kontrak peserta tidak dapat melanjutkan pembayaran premi dan ingin mengundurkan diri sebelum masa reversing period, maka dana yang dimasukan dapat diambil kembali, kecuali sebagian dana kecil yang telah diniatkan untuk tabarru’.
  6. Pembayaran klaim pada asuransi syari’ah diambil dari dana tabarru’ (dana kebajikan) seluruh peserta yang sejak awal telah diikhlaskan bahwa ada penyisihan dana yang akan dipakai sebagai dana tolong menolong di antara peserta bila terjadi musibah. Sedangkan pada asuransi konvensional pembayaran klaim diambilkan dari rekening dana perusahaan.
  7. Pembagian keuntungan pada asuransi syari’ah dibagi antara perusahaan dengan peserta sesuai prinsip bagi hasil dengan proporsi yang telah ditentukan. Sedangkan pada asuransi konvensional seluruh keuntungan menjadi hak milik perusahaan.
Facebook Comments